Kanker Serviks

Kanker Serviks

Kanker Serviks adalah Jenis Penyakit kanker yang muncul pada leher rahim wanita, kanker dinding rahim. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada Stadium awal, Penyakit kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat Gejala kanker serviks, segera lakukan rujukan untuk menemui dokter spesialis

Kanker Serviks

Penderita Kanker Serviks di Indonesia

Pada tahun 2014, WHO menyatakan terdapat lebih dari 92 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat beberapa penyakit kanker. Lebih dari 10,3 persennya merupakan jumlah kematian akibat kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir 21 ribu

Data yang di kumpulkan dari tahun 2000 hingga tahun 2012 Menyimpulkan, semakin muda usia wanita yang terserang kanker serviks, yaitu kisaran usia 21-22 tahun di tahun 2000 dan mencapai usia di bawah 20 tahun pada tahun 2012. Penelitian WHO menyingkapkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Khususnya untuk skrining kanker serviks yaitu sitologi serviks dan ulasan asam asetat, secara umum belum tersedia di pusat kesehatan primer pada tahun 2014. Ini ikut berpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong tinggi karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya, kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh ketika seseorang memeriksakan kondisinya. Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi semakin sulit.

Human Papillomavirus adalah Penyebab Utama Kanker Serviks
Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks.

Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks. Banyak wanita tidak menyadari telah terinfeksi, karena HPV jenis ini tidak menimbulkan gejala. Penting untuk menyadari bahwa infeksi ini sering terjadi, meski banyak wanita yang terinfeksi tidak mengalami kanker

Pencegahan Kanker Serviks

Pencegahan Kanker serviks dengan Pemakaian Kondom bisa melindungi Anda dari HPV saat berhubungan seks. tetapi tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi. Saat terinfeksi Virus sistem kekebalan tubuh wanita mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian wanita, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang berisiko menyebabkan kanker sudah tersedia. Vaksinasi HPV yang saat ini ada adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yaitu 4 jenis ditambah 31,33, 45, 52, dan 58.

Pap Smear sebagai salah satu alat deteksi Kanker serviks, Kanker mulut rahim

Pentingnya Langkah Screening untuk Mendeteksi Kanker Serviks
Selama bertahun-tahun, sel-sel pada permukaan leher rahim mengalami banyak perubahan. Sel-sel ini bisa perlahan-lahan berubah menjadi kanker, tapi sebenarnya perubahan sel di leher rahim bisa dideteksi sejak dini. Pengobatan ketika sel-sel masih dalam tahap pra-kanker bisa dilakukan agar risiko terkena kanker serviks bisa berkurang. Screening untuk kanker serviks juga dikenal dengan sebutan pap smear atau tes smear. Pap smear berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Saat melakukan pap smear, sampel sel diambil dari leher rahim dan diperiksa di bawah mikroskop.

Screening serviks bukanlah tes untuk mendiagnosis kanker serviks. Tes ini berguna untuk memeriksa kesehatan sel-sel di leher rahim dan mendeteksi jika ada sel yang abnormal. Dengan deteksi dan pengangkatan sel-sel abnormal, kanker serviks dapat dicegah secara maksimal. Pada kebanyakan wanita, tes akan menunjukkan hasil yang normal. Tapi sekitar 5 persen tes menunjukkan adanya perubahan abnormal pada sel leher rahim

Perubahan yang terjadi kebanyakan tidak berujung kepada kanker, dan sel-sel abnormal masih mungkin bisa kembali normal dengan sendirinya. Tapi, pada beberapa kasus tertentu, sel-sel yang bersifat abnormal perlu diangkat karena berpotensi berubah menjadi kanker.

adapun hasil dari pap smear yang abnormal tidak selalu menyatakan seseorang menderita kanker serviks, Kanker Rahim. Kebanyakan hasil abnormal disebabkan oleh infeksi atau adanya sel berisiko kanker yang bisa ditangani dengan mudah. Disarankan pada wanita yang telah aktif secara seksual dan berusia 25-49 tahun diperiksa setiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita berusia 50-64 tahun dapat diperiksa setiap lima tahun sekali. Hubungi dokter untuk mencari tahu lebih banyak tentang pemeriksaan ini

Pencegahan dan Pengobatan Kanker Serviks

Tingkat Stadium Menentukan Pengobatan Kanker Serviks
Pengobatan kanker serviks tergantung kepada beberapa faktor. Kanker serviks bisa diobati dengan berbagai cara jika diagnosis dilakukan pada tingkat awal. Pada beberapa kasus, hanya serviks yang diangkat dan rahim bisa dibiarkan saja. Pada kondisi yang lebih serius, rahim perlu diangkat seluruhnya. Proses operasi untuk pengangkatan rahim disebut sebagai histerektomi.

Sedangkan Penggunaan ramuan herbal adalah langkah alternatif untuk kanker serviks stadium awal. Pada kasus tertentu, pemakaian Obat Tradisional juga bisa dijalankan berdampingan dengan operasi. Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut, biasanya dirawat dengan metode kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Beberapa penanganan bisa memiliki efek samping yang berat dan jangka panjang, termasuk di antaranya adalah menopause dini dan kemandulan.

Komplikasi bisa muncul sebagai akibat langsung dari kanker atau efek samping dari pengobatan yang dilakukan. Misalnya karena radioterapi, operasi, atau kemoterapi.

baca juga artikel kami tentang ciri ciri penyakit kanker serviks

Pantangan Makanan Bagi Penderita Kanker Serviks

Pantangan Makanan Bagi Penderita Kanker Serviks

Pantangan Makanan Bagi Penderita Kanker Serviks

Pantangan Makanan Bagi Penderita Kanker Serviks – Kanker serviks menjadi penyakit paling menakutkan bagi kaum perempuan selain kanker payudara. Hal tersebut karena selain dapat membuat penderitanya kesulitan mendapatkan momongan, kanker serviks menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan.

Jenis Makanan dan Minuman Yang Harus Dihindari Penderita Kanker Serviks

Perlu Anda Ketahui Untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Penyakit Kanker Serviks Yang Anda Alami. Selain Menggunakan obat obatan Anda Juga di Anjurkan Menjauhi Pantangan Makanan Dan Minuman Selama Masa Pengobatan, Makanan Dan Minuman Yang Dilarang Diantaranya :

Di bawah ini beberapa jenis makanan dan minuman yang harus dihindari oleh penderita kanker serviks. Diantaranya:

  1. Daging sapi, kerbau, kambing dan babi, karena dapat memfasilitasi pertumbuhan sel yang tidak normal.
  2. Daging unggas, karena dapat memicu pertumbuhan sel kankser prostat dan kelenjar.
  3. Makanan yang diawetkan, karena memiliki senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsiogenaktif.
  4. Makanan gosong, karena mengandung senyawa yang dapat berubah sama hal nya seperti makanan yang di awetkan.
  5. Ikan asin, akan menyebabkan penguraian sehingga menjadi bahan alergen yang dapat mengundang reaksi imunitas tubuh.
  6. Seafood, banyak mengandung lemak tinggi sehingga dapat merangsang berkembangnya sel kanker.
  7. Sayuran, seperti tauge (dapat mendorong pertumbuhan sel kanker), sawi putih dan kangkung (dapat menguraikan kinerja obat), cabai (dapat merangsang aktifitas bawah sadar dan menurunkan jumlah oksigen dalam tubuh).
  8. Minuman ringan dan dingin, dapat mengaganggu kelancaran peredaran darah dan alkohol dapat merangsang perkembangbiakan sel kanker.
  9. Buah-buahan seperti lengkeng dan nangka adalah jenis buah-buahan yang mengandung zat tumbuh bagi sel kanker, sedangkan duku, nanas, durian, dan anggur dapat mengahasilkan alkohol.

Itulah beberapa list pantangan makanan untuk penderita kanker serviks yang harus anda ketahui. Karena dengan menghindari pantangannya, penyakit anda bisa terobati lebih cepat.

Hello world!

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Gejala Kanker Serviks

Gejala Kanker Serviks | Ciri awal Penyakit Kanker Rahim

Gejala Kanker Serviks pada umumnya tidak selalu bisa terlihat dengan jelas, bahkan ada kemungkinan gejala tidak muncul sama sekali. salah satu tanda penyakit kanker serviks adalah Sering kali terjadi kemunculan gejala terjadi saat kanker sudah memasuki stadium akhir. Oleh karena itu, melakukan pap smear secara rutin sangat penting untuk ‘menangkap’ sel pra-kanker dan mencegah perkembangan kanker serviks. ( Baca Juga : Ciri ciri kanker serviks )

Pendarahan Pada Vagina

terjadinya Pendarahan pada vagina, termasuk flek adalah gejala yang sering terlihat dari kanker serviks. Pendarahan biasanya terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan jika terjadi pendarahan yang tidak normal lebih dari satu kali.( Baca Juga : Penyebab Kanker Serviks )

Gejala-Gejala Penyakit Kanker Serviks Stadium Awal

Selain pendarahan yang abnormal, gejala lain yang mungkin muncul pada penyakit kanker serviks stadium awal | Gejala Awal Kanker serviks adalah:

  • Cairan yang keluar tanpa berhenti dari vagina dengan bau yang aneh atau berbeda dari biasanya, berwarna merah muda, pucat, cokelat, atau mengandung darah.
  • Rasa sakit tiap kali melakukan hubungan seksual.
    Perubahan siklus menstruasi tanpa diketahui penyebabnya, misalnya menstruasi yang lebih dari 7 hari untuk 3 bulan atau lebih, atau pendarahan dalam jumlah yang sangat banyak.

Gejala kanker serviks

Gejala Pada Kanker Serviks Stadium Akhir

Kanker serviks pada stadium akhir akan menyebar ke luar dari leher rahim menuju ke jaringan serta organ di sekitarnya. Pada tahapan ini, gejala yang terjadi akan berbeda, antara lain:

  • Terjadinya hematuria atau darah dalam urine.
  • Bermasalah saat buang air kecil karena penyumbatan ginjal atau ureter.
  • Perubahan pada kebiasaan buang air besar dan kecil.
  • Penurunan berat badan.
  • Pembengkakan pada salah satu kaki.
  • Nyeri pada tulang.
  • Kehilangan selera makan.
  • Rasa sakit pada perut bagian bawah dan juga panggul.
  • Rasa nyeri pada punggung atau pinggang, ini disebabkan karena terjadi pembengkakan pada ginjal. Kondisi ini disebut sebagai hidronefrosis.

Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera menemui dokter. Terutama mengenai pendarahan yang tidak normal pada vagina yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Tapi, gejala ini harus diperiksa oleh dokter untuk memahami penyebabnya.

( Baca Juga : Tanda tanda kanker serviks stadium 1, 2, dan 3 )

Penyebab Kanker Serviks

Faktor Penyebab Kanker Serviks Paling Utama

Penyebab kanker serviks dapat berasal dari eksternal dan internal tubuh kita, pola hidup, kebiasaan, sampai faktor pernikahan dapat menjadi faktor yang memainkan peranan penting terhadap kanker serviks. Saya sendiri beberapa wawktu lalu telah berkonsultasi pada dokter kandungan untuk mengkonfirmasi mengenai penyebab detilnya. Dengan informasi tersebut dan di bantu dengan referensi dari berbagai situs kesehatan dunia, saya mencoba merincikannya melalui artikel ini.(Baca Juga : Sekilas Tentang Kanker Serviks)

Berikut Faktor Penyebab Kanker Serviks  jadi anda harus waspada Penyebab Kanker Serviks bawah ini agar terhindar dari jenis kanker mematikan ini. (Baca Juga : Gejala Awal Kanker Serviks)

1. Human Papillomavirus (HPV)

Penyebab kanker serviks paling utama infeksi dari virus HPV. HPV merupakan virus yang menjadi penyebab utama terjadinya kanker serviks yang mematikan di dunia, tercatat lebih dari 99 % kasus kanker serviks terjadi setelah terinfeksi virus HPV / Human Papillomavirus((NHS, Cervical cancer – Causes, diakses 22 Oktober 2014)). HPV sebenarnya adalah kumpulan dari berbagai virus, bukan virus tunggal setidaknya jenisnya terdiri dari lebih 100 jenis virus. Hanya ada beberapa yang dapat menyebabkan kanker serviks ((Healthline, Jennifer Monti, MD, MPH, Cervical Cancer Causes, 10 Juli 2014. di akses 20 Oktober 2014)) :

Jika di tarik lagi, penyebab kanker serviks yang paling umum terjadi adalah virus HPV 16 dan HPV 18, setidaknya ditemukan di 2/3 kasus kanker serviks. Virus HPV tipe lainnya mungkin dapat menyebabkan infeksi pada kulit kelamin seperti tumbuhnya kutil, namun ini tidak berbahaya bagi manusia. Nah virus ini adalah penyebab utama kanker serviks, lalu apa faktor lainnya yang dapat menyebabkan resiko terkena kanker serviks lebih tinggi?

Cara Pencegahan :

Sebagai virus penyebab utama Kanker Serviks, HPV selayaknya kita cegah penyebarannya. Virus HPV dapat menyebar melalui kontak fisik melalui sentuhan kulit ke kulit. Salah satu penyebarannya adalah melalui hubungan seksual. Selain virus HPV tentu ada berbagai faktor penyebab kanker serviks lain yang menentukan, faktor ini akan kita bahas secara mendetil.

  • Setia pada pasangan
  • Tidak berganti-ganti pasangan
  • Menggunakan alat pelindung ketika berhubungan
  • Hindari penggunaan jarum suntik bekas

2. Banyaknya Pasangan Seks

Penyebab kanker serviks kedua adalah banyaknya pasangan yang memungkinkan anda terinfeksi risiko tertular HPV. Punya banyak pasangan seks akan menjadi salah satu penyebab utama terkena kanker serviks, infeksi virus HPV akan semakin tinggi menyasar diri anda. Setia pada pasangan / istri dan mendekatkan diri dengan agama dan Tuhan sedikit banyak akan membantu anda mengurangi risiko tersebut.

Cara Pencegahan:

  • Hindari gonta ganti pasangan
  • Gunakan pengaman saat berhubungan
  • Setia pada pasangan

3. Kebiasaan Merokok

penyebab kanker serviks

Wanita perokok dua kali lipat lebih rentan terkena kanker serviks dibandingkan dengan non perokok, zat yang terdapat pada rokok merupakan pemicu utama kanker, terutama kanker paru paru.

Apa kaitan merokok dengan kanker serviks, riset telah menunjukkan bahwa zat tembakau terdapat pada lendir leher rahim perempuan yang merokok (perokok aktif).

Periset juga percaya bahwa zat ini dapat membantu meningkatkan kerusakan sel DNA yang terdapat dalam leher rahim wanita sehingga dapat menyebabkan faktor tinggi terkena kanker serviks.

Cara Pencegahan :

Ayo berhenti merokok, banyak jenis kanker yang disebabkan oleh rokok lohhh…

4. Sistem Imun / Kekebalan Tubuh Yang Rendah

Ketika seorang wanita terkena infeksi dari virus HPV, maka ia tidak akan secara otomatis terkena kanker serviks ketika ia memiliki sistem imun yang kuat. Namun sebaliknya, sistem imun yang lemah akan memudahkan wanita terkena virus HPV.

Cara Pencegahan :

  • Olahraga secara teratur
  • Konsumsi banyak buah dan sayuran (banyak antioksidan dan sehat kita)
  • Hindari makanan berbahan kimia
  • Perbanyak konsumsi vitamin (dari susu atau makanan alami)
  • Hindari infeksi luka (segera obati yah)

5. Hubungan Seksual Usia Dini

Ada yang bilang bahwa penyebab kanker serviks adalah menikah usia dini, pemahaman tersebut mungkin harus lebih dispesifikasikan menjadi hubungan seksual usia dini. Jika anda pernah melakukan hubungan seksual pada usia yang masih muda (di bawah 17 tahun) dimana sel belum bertumbuh dengan sempurna, maka anda memiliki resiko 2x lebih besar terserang kanker serviks((Cancer Org, What are the risk factors for cervical cancer?. diakses 23 Oktober 2014 )).

Pencegahan :

  • Jaga diri / anak / kerabat anda dari pergaulan bebas
  • Pendidikan seks usia dini sangat penting

6. Penggunaan Pil KB

Penggunaan jangka panjang pil KB akan berdampak pada kesehatan anda, dari berbagai riset menunjukkan bahwa konsumsi pil KB lebih dari 5 tahun dapat menyebabkan resiko tinggi terkena kanker serviks((Cancer Org, What are the risk factors for cervical cancer?. diakses 23 Oktober 2014 )). Dari riset yang dilakukan, risiko akan turun sendirinya setelah konsumsi pil KB dihentikan.

Untuk menekan risiko ini, pastikan bahwa anda berkonsultasi dengan dokter kandungan agar menjelaskan pil yang tidak berbahaya bagi rahim anda. Penggunaan pil KB dalam jangka panjang akan berdampak pada beberapa faktor seperti kesehatan tubuh terutama pada leher rahim. Sebaiknya dicari alternatif yang lebih baik selain penggunaan pil KB agar terhindar jangka panjang dari kanker serviks.

Cara Pencegahan :

  • Hari gini masih pakai pil KB, ayo donk teknik lain, banyak koq (konsultasikan ke dokter kandungan anda). Cara ‘alami’ mungkin harus dipertimbangkan.
  • Jika terpaksa, konsultasikan jenis pil yang aman.

(Baca Juga : Tanda tanda kanker serviks stadium 1, 2, dan 3)

7. Banyaknya Anak dan Kapan Pertama Memiliki Anak

Riset unik mengenai pengaruh banyaknya anak dan pertama kali anda memiliki anak adalah dua faktor yang berpengaruh terhadap risiko terkena kanker serviks. Penelitian lain menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki anak memiliki risiko lebih tinggi terkena serviks.

Perempuan yang memiliki 7 anak atau lebih memiliki faktor risiko lebih tinggi terkena kanker serviks di bandingkan dengan yang jumlahnya di bawah 7. Apakah hubungan dari banyak dengan kanker serviks ? walaupun belum ada bukti empiris nyata, namun peneliti yakin dari responden riset yang mereka lakukan. Hal ini mungkin karena adanya sistem imun yang berpengaruh serta leher rahim yang rentan terkena infeksi dari banyaknya jumlah anak.
Sponsors Link

Namun faktor paling penting dari penelitian ini adalah kapan anda memiliki anak pertama? jika anda memiliki anak pertama pada usia yang sangat dini, tentu anda telah berhubungan pada usia dini, yang menyebabkan anda lebih tinggi faktor risiko terkena kanker serviks.

Cara Pencegahan :

  • Yang jelas jangan hamil di usia dini
  • Jangan punya anak banyak – banyak.

8. Riwayat Keluarga

Riwayat keluarga juga menentukan tingginya potensi terkena kanker serviks, ibu, dan saudara perempuan termasuk dalam kategori tersebut. Setidaknya risiko meningkat 2x lipat di bandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga. Mengapa bisa ? hal ini dikarenakan biasanya dalam riwayat keluarga terdapat sistem imun yang sama, daya tahan tubuh serta faktor terinfeksi yang sama.

Walaupun banyak jenis kanker yang tidak berkorelasi langsung dengan kanker, namun ada beberapa yang sangat berhubungan. Hal yang mempengaruhi adalah sistem imun tubuh dan sel yang di bawa oleh faktor keturunan tersebut.

Cara Pencegahan :

  • Pastikan anda melakukan test secara rutin (pap smears)
  • Mulai lah menjalani gaya hidup sehat dan keluarga yang sehat

9. Kemiskinan & Pengetahuan Mengenai Kanker Serviks

Mengapa kemiskinan menjadi salah satu faktor penyebab resiko terkena kanker serviks? setidaknya penelitian yang dilakukan di Inggris menyebutkan bahwa 1% dari berbagai kasus kanker ini disebabkan oleh ketidakmampuan dalam melakukan tes pap smear, yang menyebabkan lambat ditangani sehingga telah berdampak serius. Selain itu pengetahuan mengenai prosedur pencegahan kanker serviks serta cara deteksi dini mengenai seluk beluknya menjadi penyebab tersendiri banyaknya kematian akibat baru diketahui setelah mencapai stadium lanjut.

Pencegahan :

  • Test screening kanker serviks seperti pap smear sangat penting.
  • Cara pengetahuan mengenai kanker serviks di referensi kredibel.

10.Menggunakan toilet atau WC umum yang tidak bersih

Saat menggunakan WC umum, kemungkinan besar air di toilet tersebut tidak bersih. Bisa jadi kemungkinan di toilet tersebut sudah terdapat virus HPV, sehingga orang yang menggunakan bak mandi yang ada di toilet tadi ikut tertular virus HPV. Untuk meminimalkan penularan virus HPV gunakan selalu air yang dari keran, bukan air yang sudah tersedia di ember atau bak air.

11.Terlalu sering menggunakan pembersih miss V

Pembersih miss V memang baik karena dapat membunuh bakteri yang mengganggu. Namun penggunaan pembersih miss V yang terlalu sering justru dapat membunuh bakteri baik yang ada pada miss V. Bakteri baik ini justru sangat bermanfaat untuk membunuh bakteri jahat yang akan masuk kedalam miss V, termasuk virus HPV.

Penyebab kanker serviks yang paling utama adalah infeksi HPV,jadi anda harus mengupayakan menghindari virus ini sebisa mungkin. Untuk menghindari terlampat penanganan, ada baiknya anda melakukan tes pap smear secara rutin untuk mengetahui sel di leher rahim anda.

( Baca Juga : Ciri Ciri Kanker Serviks )

Ciri Ciri Kanker Serviks

Ciri ciri Kanker Serviks | Tanda tanda Kanker Serviks Stadium Awal

Ciri  ciri Kanker serviks atau biasa disebut dengan kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyerang kaum wanita, khususnya di Indonesia. Penyakit kanker ini bahkan menjadi penyakit yang berbahaya dan mematikan bagi wanita yang berada diurutan kedua di dunia. Diperkirakan sekitar 30% wanita Indonesia yang mengidap penyakit kanker adalah penderita kanker serviks. Jumlah tersebut akan terus bertambah karena penyakit ini bersifat ganas dan sulit dideteksi pada tingkatan pertama atau tingkatan awal. (Baca juga : Gejala Awal Kanker Serviks )

Kanker serviks merupakan penyakit kanker yang menyerang leher rahim pada organ reproduksi wanita. Secara medis, diketahui penyebab utama dari penyakit ini adalah adanya suatu virus yang disebut Human Papilloma Virus atau HPV yang menyerang jaringan leher rahim. Penyakit kanker serviks menjadi penyakit yang berbahaya dan mematikan bagi wanita. Hal ini disebabkan karena terlambatnya penanganan yang dilakukan terhadap penyakit ini. Kesulitan mengenali gejala awal dari penyakit ini menjadi faktor keterlambatan penanganan tersebut. Kebanyakan orang baru menyadari adanya penyakit kanker serviks ketika berada di stadium lanjut. (Baca juga: Penyebab Kanker Serviks )

Meskipun penyakit kanker serviks sulit dikenali sejak dini, akan tetapi kita perlu mengetahui ciri ciri adanya kanker serviks secara umum, khususnya pada stadium awal. Berikut ini adalah pemaparan mengenai ciri ciri kanker serviks stadium awal. (Baca juga : Tanda-tanda kanker serviks stadium awal 1, 2, dan 3 )

1.Rasa Sakit Pada Mulut Rahim.

Pada stadium awal, ciri – ciri yang dapat diketahui adalah timbulnya rasa  sakit pada mulut rahim. Rasa sakit yang dialami pada tahap ini tidak begitu sering dirasakan dan masih dapat tertahan. Tetapi jika dibiarkan begitu saja, maka rasa sakit tersebut akan sering terjadi dan semakin sakit terutama ketika mulai memasuki stadium lanjut. Apabila Anda mulai merasakan sakit pada mulut rahim, maka hal yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui keberadaan penyakit kanker serviks.

2.Terjadi Pendarahan Yang Tidak Normal

Wanita yang mengidap penyakit kanker serviks stadium awal ditandai dengan adanya pendarahan yang tidak normal pada organ genital.Pendarahan yang terjadi akan berbeda dengan kondisi pada saat menstruasi. Pendarahan yang tidak normal akan terjadi pada rentan waktu satu bulan dan pendarahan tersebut bisa timbul dalam jumlah sedikit bahkan dapat timbul dalam jumlah lebih banyak jika dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanganan lebih lanjut. Pendarahan ini timbul karena leher rahim mengalami iritasi.

3.Mengalami Keputihan Yang Tidak Biasa

Selain timbul pendarahan, wanita yang di diagnosa mengidap penyakit kanker serviks akan mengalami keputuhan yang abnormal atau tidak biasa. Keputihan tersebut akan beraroma tidak sedap atau bau, berwarna, dan sangat berlendir. Kondisi ini dapat dipastikan bahwa orang tersebut mengidap penyakit kanker serviks. Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. (Baca juga: Pengaruh Rokok Terhadap Kanker Serviks.

4.Mengalami Nyeri Panggul

Nyeri pada panggul menjadi salah satu ciri adanya penyakit kanker serviks pada stadium awal. Nyeri yang dirasakan sangatlah luar biasa dan terjadi di luar jadwal menstruasi. Kondisi ini akan dirasakan hingga berjam – jam. Selain itu, tingkatan rasa sakit dapat dialami mulai dari rasa sakit yang ringan, tajam, atau sangat parah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan secara medis untuk mengetahui adanya penyakit kanker servik

5.Merasakan Sakit Pada Saat Berhubungan Intim

Ciri lain yang timbul akibat adanya penyakit kanker serviks pada wanita adalah rasa sakit pada saat melakukan hubungan intim dengan pasangan. Rasa sakit yang dialami tidak seperti biasanya dan cenderung disertai rasa perih. Selain itu, ada pula wanita yang mengalami pendarahan pada saat melakukan hubungan intim. Seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, pendarahan tersebut terjadi karena leher rahim mengalami iritasi. Segera lakukan pemeriksaan oleh dokter untuk melakukan penanganan lebih lanjut untuk mencegah penyakit kanker serviks menjadi semakin parah. (Baca juga: Pil KB Menyebabkan Kanker Serviks )

6.Frekuensi BAK Mengalami Peningkatan

Ciri lainnya yang timbul akibat adanya penyakit kanker serviks pada stadium awal adalah peningkatan frekuensi pada saat buang air kecil (BAK). Hal ini terjadi terutama ketika wanita sedang tidak dalam kondisi hamil. Karena kondisi ini akan terlihat wajar jika dialami oleh wanita hamil. Jadi, apabila Anda tidak dalam keadaan hamil tetapi mengalami peningkatan frekuensi pada saat buang air kecil, maka dapat dipastikan Anda mengidap penyakit kanker serviks stadium awal. Selain itu, pada saat buang air kecil terkadang akan terasa sakit. Ciri ini hampir sama dengan ciri – ciri penyakit kanker lainnya, oleh sebab itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut secara medis untuk memastikan ciri atau gejala tersebut.

7.Mengalami Kesulitan Ketika Buang Air Kecil

Selain mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, orang yang mengidap penyakit kanker serviks juga akan mengalami kesulitan ketika buang air kecil. Kondisi ini disebabkan karena pada saat buang air kecil akan terasa sakit. Meskipun ciri ini tidak selalu mengindikasikan gejala dari penyakit kanker serviks, tetapi tidak ada salahnya jika kita mewaspadai ciri – ciri tersebut. (Baca juga: Gejala Kanker Serviks Stadium 2 )

8.Mengalami Gangguan Pencernaan

Adanya penyakit kanker serviks juga berdampak pada saluran pencernaan. Saluran pencernaan akan terganggu atau mengalami sembelit pada saat buang air besar. Untuk memastikan ciri tersebut sebagai adanya penyakit kanker serviks pada stadium awal, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut secara medis. Hal ini dilakukan agar ciri – ciri penyakit kanker serviks dapat diketahui secara lebih akurat.

9.Kehilangan Nafsu Makan

Ciri – ciri ini sangat umum dialami oleh orang yang mengidap penyakit kanker lainnya. Orang yang terkena penyakit kanker serviks juga akan mengalami penurunan atau bahkan kehilangan nafsu makan. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh semakin sulit menerima asupan makanan akibat penyebaran sel – sel kanker yang timbul dari penyakit kanker serviks. (Baca juga: Penyebab Keputihan Pada Kanker Serviks )

10.Mengalami Kelelahan

Ciri lainnya yang akan dialami oleh orang yang mengidap penyakit kanker khususnya penyakit kanker serviks, yaitu sering mengalami kelelahan. Rasa lelah tersebut akan muncul meskipun tidak sedang melakukan aktivitas apapun. Meskipun demikian, kondisi ini tidak selalu mengindikasikan adanya penyakit kanker serviks. Karena kelelahan dapat terjadi akibat adanya penyakit lain yang dialami oleh penderita. Tetapi ada baiknya jika mewaspadai hal tersebut sebagai ciri – ciri dari adanya penyakit kanker serviks pada stadium awal.

( Baca Juga : Sekilas Tentang Kanker Serviks )

Tanda tanda Kanker Serviks

Tanda tanda Kanker Serviks Stadium 1, 2, dan 3

Tanda tanda Kanker serviks stadium 1, 2, dan 3 menjadi momok bagi kaum wanita. Di Indonesia kanker serviks menempati urutan pertama penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Untuk itu kita perlu mengenali ciri-ciri, tanda, dan gejala awal kanker serviks, karena semakin awal terdeteksi dan terapi maka angka kesembuhannya akan lebih baik.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel permukaan yang melapisi leher rahim (disebut juga mulut rahim) mulai berubah dan tumbuh abnormal. Seiring waktu, sel-sel abnormal dapat menjadi kanker atau dapat kembali normal. Untungnya kebanyakan wasanita yang memiliki sel-sel abnormal tidak serte-merta berkembang menjadi kanker. ( Baca Juga : Penyebab Kanker Serviks )

Dalam perkembangannya sel-sel yang telah berubah menjadi kanker akan berkembangbiak, tentu ada perlawanan dari daya tahan tubuh kita. Namun jika sel-sel kanker yang menang, maka sel ganas akan berlanjut mengembangkan dirinya. Awalnya terbatas pada daerah lapisan permukaan serviks, lama kelamaan masuk ke lapisan yang lebih dalam, menyebar ke rahim, menyebar ke kelenjar getah bening, menyebar ke aliran darah, hingga bisa menyebar ke organ lainnya.
Melihat dari sejauh mana kanker berkembang, maka pada ilmuan memberikan derajat atau stadium kanker serviks, dimulai dari stadium 0, 1, 2, 3, dan terakhir stadium 4 (lanjut).Ketika penanganan dilakukan pada stadium awal maka angka kesembuhan akan lebih tinggi. ( Baca Juga : Ciri – ciri Kanker Serviks )

Berikut Tingkat Kelangsungan Hidup 5 Tahun Untuk Setiap Stadium Kanker Serviks:

  • Stadium   I – Lebih dari 90%.
  • stad.        II – 60-80%.
  • Stad.        III – Sekitar 50%.
  • Stadium. IV – Kurang dari 30%.

Kenali Tanda dan Gejala Kanker Serviks Stadium Awal

Dalam kebanyakan kasus, kanker serviks tidak menimbulkan gejala pada tahap awal penyakit.Tidak adanya gejala awal kanker serviks ini membuat tes skrining dengan Pap smear secara rutin sangat penting untuk dilakukan.Pemeriksaan rutin ini dilakukan untuk melihat sel-sel abnormal pada leher rahim, sehingga dapat dipantau dan diobati sedini mungkin sebelum berubah menjadi kanker.
Kebanyakan wanita disarankan untuk tes Pap smear dimulai pada usia 21 tahun. Ingat, pemeriksaan ini sangat penting mengingat gejala awal kanker serviks tidak selalu terlihat.

Metode skrining lainnya yaitu Tes HPV untuk mendeteksi adanya strain virus HPV dalam tubuh. Ini merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan kanker serviks. Pemeriksaan ini bisa dilakukan mulai usia 30 tahun.

Meskipun metode skrining tidak 100 persen akurat, namun tes ini seringkali merupakan metode yang efektif untuk mendeteksi kanker serviks pada stadium awal ketika masih sangat bisa diobati. Bicarakan dengan dokter tentang jenis skrining kanker serviks yang tepat untuk Anda.

Ciri-ciri dan Gejala Kanker Serviks (Leher Rahim) Namun Untuk Stadium Awal Simak Ulasan di Bawah ini.

Tanda dan Gejala Umum Kanker Serviks Stadium Awal
Ketika gejalanya muncul, maka gejala awal kanker serviks yang dapat kita amati meliputi:

  • Pendarahan Abnormal. pendarahan yang terjadi di antara periode menstruasi, setelah hubungan seksual atau perdarahan pasca-menopause.
  • Keputihan yang tidak biasa. Umumnya keluar cairan yang encer, berwarna merah muda atau berbau busuk.
  • Nyeri Panggul. Nyeri selama hubungan seksual atau pada waktu lain yang menunjukkan bahwa ada perubahan abnormal pada leher rahim, atau hal ini juga bisa terjadi akibat kondisi yang kurang serius.

Semua gejala awal kanker serviks ini harus didiskusikan dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya,

Ketika sudah dipastikan bahwa penyebabnya adalah kanker serviks, maka dokter akan menentukan di stadium manakah perkembangan kanker tersebut. Hal ini penting dilakukan karena stadium kanker akan menentukan terapi yang tepat. Karena setiap stadium memiliki kekhasan terapi masing-masing.

Tanda dan Gejala Kanker Serviks Stadium 0, 1, 2,

Stadium kanker serviks diklasifikasi menggunakan sistem TNM:

  • Tumor (T) menggambarkan ukuran tumor atau kanker.
  • Nodus Limfatikus (N) menunjukkan apakah kanker menyebar dalam kelenjar getah bening.
  • Metastasis (M) menggambarkan apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti hati, tulang atau otak.
  • Setelah skor T, N dan M ditentukan, maka akan disimpulkan stadium kanker serviks secara keseluruhan.

Kanker Serviks Stadium 0

Pada stadium 0 berarti bahwa sel-sel kanker terbatas pada permukaan serviks. Tahap ini juga disebut karsinoma in situ (CIS) atau cervical intraepithelial neoplasia (CIN) grade III (CIN III). Tidak ada gejala sama sekali pada stadium 0 ini.

Kanker Serviks Stadium 1

Pada kanker serviks stadium I,kanker telah tumbuh lebih dalam ke leher rahim, namun belum menyebar ke luar. Lebih lanjut, dibagi menjadi dua subkategori:

  • Stadium IA  : Ukuran kanker masih kecil kurang dari 5 mm (dalam) dan lebar kurang dari 7 mm, hanya bisa dilihat di bawah mikroskop.
  • Stadium IB  : Kanker dapat dilihat secara kasat mata dan ukuran 4 cm atau kurang; atau kanker hanya dapat dilihat di bawah mikroskop dengan ukuran lebih dari 5 mm (dalam) dan 7 mm (lebar).

Gejala kanker serviks stadium 1 biasanya tidak nampak, kalaupun ada hanya berupa keputihan berwarna pink (merah muda), dan sedikit berdarah saat berhubungan seksual.

Kanker Serviks Stadium 2

Pada kanker serviks II, berarti kanker telah tumbuh melampaui leher rahim dan rahim,tetapi belum mencapai dinding panggul atau bagian bawah vagina.Pada tahap ini, kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh. Tahap II memiliki dua subkategori tambahan:

  • Stadium IIA : Kanker belum menyebar ke jaringan yang berada di samping leher rahim, parametria, tetapi mungkin telah tumbuh di bagian atas vagina.
  • Tahap IIB : Kanker telah menyebar ke jaringan yang berada di samping leher rahim (parametria).

Gejala kanker serviks stadium 2 sudah mulai nampak, terutama pendarahan ketika berhubungan seksual serta keluar keputihan yang tidak biasa.

Kanker Serviks Stadium 3

Pada kanker serviks stadium III, berarti kanker telah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul,tetapi tidak ke kelenjar getah bening terdekat atau bagian lain dari tubuh. Tahap ini dibagi menjadi dua subkategori:

  • Stadium IIIA : Kanker telah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina, tetapi tidak ke dinding panggul.
  • Stadium IIIB : Kanker telah tumbuh ke dalam dinding panggul dan / atau telah memblokir kedua ureter, namun belum menyebar ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh. Atau kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul, tapi tidak ke tempat yang jauh.

Gejala kanker serviks stadium 3 sudah sangat jelas,yaitu berupa pendarahan abnormal,keputihan yang tidak biasa,dan nyeri panggul seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Kanker Serviks Stadium 4 (Bonus)

Mungkin Anda sudah penasaran seperti apa stadium 4, berikut informasinya:
Pada stadium lanjut ini, kanker telah menyebar ke organ terdekat atau bagian tubuh lainnya. Satidum IV dibagi menjadi dua subkategori:

  • Stadium IVA  :  kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum, tetapi tidak ke kelenjar getah bening atau tempat yang jauh.
  • Stadium IVB : kanker telah menyebar ke organ di luar panggul, seperti paru-paru atau hati.

Tanda-tanda kanker serviks stadium lanjut sama dengan stadium 3 ditambah dengan gejala berikut:

  • Penurunan berat badan.
  • Kelelahan.
  • Sakit punggung.
  • Nyeri kaki atau bengkak.
  • Kebocoran urin atau feses dari vagina.
  • Mudah mengalami patah tulang.

Jenis Kanker Serviks

Jenis Kanker Serviks

Ada dua jenis utama kanker serviks, yaitu :

  • Kanker sel skuamosa
  • Adenokarsinoma

Ada juga jenis kanker serviks yang lain, tetapi jenis kanker leher rahim ini kurang umu,yang dikenal sebagai karsinoma adenosquamous, karsinoma sel yang jelas dan karsinoma sel kecil. ( baca juga : Penyebab Kanker Serviks )

1.Kanker Sel Skuamosa

Sel skuamosa adalah datar, kulit seperti sel-sel yang menutupi permukaan luar serviks (ectocervix tersebut).Sekitar 7 sampai 8 dari 10 kanker serviks adalah kanker sel skuamosa (70 sampai 80 %).Karsinoma Sel Skuamosa adalah kanker yang berasal dari lapisan epidermis.Penyakit Bowen adalah suatu bentuk karsinoma sel skuamosa yang terbatas pada epidermis dan belum menyusup ke jaringan di bawahnya (dermis).Kulit yang terkena tampak coklat-merah dan bersisik atau berkeropeng dan mendatar, kadang menyerupai bercak pada psoriasis, dermatitis atau infeksi jamur.

Penyebab

Lebih dari 90% kanker kulit tumbuh di daerah yang terpapar oleh sinar matahari atau sinar ultra violet lainnya. Hal ini diduga merupakan penyebab utama dari semua jenis kanker kulit. Faktor resiko lainnya adalah :

  • Faktor genetik (kanker kulit lebih sering ditemukan pada orang berkulit terang, mata biru atau hijau dan rambut pirang atau merah).
  • Pencemaran oleh bahan kimia.
  • Pemaparan berlebihan oleh sinar X atau radiasi lainnya.

Gejala

  • Waspadai jika tiba-tiba terjadi benjolan atau gumpalan bersisik pada tubuh yang ukurannya bisa membesar (bengkak).
  • Muncul bercak berwarna merah di sekitar dubur.
  • Tampak bercak merah di sekitar kelamin.
  • Muncul bercak putih di dalam mulut (bisa juga muncul di gusi).
  • Tampak borok atau bisul pada kulit yang tidak kunjung sembuh
  • Tahi lalat yang membesar, berubah warna.

Adenokarsinoma

Sel adenomatosa adalah sel kelenjar yang menghasilkan lendir. Leher rahim memiliki sel-sel kelenjar yang tersebar di sepanjang bagian dalam lorong yang membentang dari leher rahim ke rahim (kanal endoserviks).Adenokarsinoma adalah kanker dari sel-sel kelenjar. Hal ini kurang umum dibandingkan dengan kanker sel skuamosa, namun dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi lebih umum. Lebih dari 1 dari 10 kanker serviks adalah adenokarsinoma (10 sampai 15 %).Hal ini diperlakukan dengan cara yang sama seperti kanker sel skuamosa serviks.

Dalam beberapa kasus mengembangkan adenokarsinoma uterus mungkin asimtomatik dan menampakkan diri pada pemeriksaan medis berikutnya atau saat penyakit sudah diperoleh tahap berikutnya.Keputihan berbau busuk dan sakit perut dianggap tanda-tanda mengancam kanker kemudian tahap.Adenokarsinoma serviks pada tahap awal dapat disertai dengan bercak selama hubungan seksual pada tahap akhir dari penyakit dapat menyebabkan nyeri di punggung dan kaki, darah dalam urin, edema kaki, gejala ascites, penurunan berat badan. ( baca juga : Ciri Ciri Kanker Serviks )

Kanker Rahim Memiliki 4 Tahap Perkembangan Tumor:

  • I tahap – tumor yang terletak di tubuh rahim, tanpa mempengaruhi jaringan di sekitarnya;
  • II tahap – ada kegagalan serviks dan seluruh tubuh;
  • II tahap – tumor meluas ke jaringan parametrium, dapat bermetastasis ke kelenjar getah bening vagina dan sekitarnya;
  • IV tahap – proses tumor menyebar ke luar panggul, dapat tumbuh di kandung kemih, usus atau rektum.

Jenis Langka Kanker Serviks Lainnya

Sangat jarang, jenis kanker lainnya dapat terjadi pada leher rahim. Contohnya adalah limfoma, yaitu kanker dari sistem limfatik. Tetapi jika anda mencari informasi tentang limfoma, terkait karena Anda atau anggota keluarga Anda memiliki kanker langka ini, maka bagian ini bukan yang tepat untuk Anda. Kami memiliki bagian lain tentang limfoma dan pengobatannya.(baca juga : Tanda tanda kanker serviks )